Friday, February 25, 2011

Samb: Benteng Selinder dan Masalah Mesir

Maklumat-maklumat itu menegaskan bahawa tiba-tiba setelah Mossad memutuskan untuk melakukan pelanggaran Mesir, para pelancong Yahudi yang mengunjungi Mesir pada masa berikutnya semakin bertambah. Pada bulan Jun 1992 mencatat peningkatan 3%. Dan pada beberapa triwulan tercatat arus wisata yang tidak biasa.

Beberapa infomasi yang terhimpun menjelaskan bahawa cara peledakan yang di gunakan dalam aksi-aksi di kafe Wadi an-Nil, al-Qalali, Nashr, lorong pyramid dan Syabra, mengandung bahan TNT. Susunan mekanik dan gerakan bahan-baham aktifnya sama dengan yang dibuat dalam gerakan-gerakan Mossad pada peristiwa-peristiwa sebelumnya.

Orang-orang Yahudi mengetahui bahawa apa yang terdapat dalam Taurat harus terjadi, meskipun hal itu adalah kederhakaan, kebohongan dan dusta kepada Allah. Orang-orang Yahudi sendiri melaksanakan apa yang ada di dalam Taurat mengenai kerusakan Mesir dan kekejaman yang ditujukan kepadanya.
]

Ia diusir dalam perjalanannya bersama kaum Musa a.s. Ia orang asing bagi penduduk Mesir. Seluruh rupa hingga hidungnya, adalah orang Yahudi tulen. Bagaimana ia dapat tinggal? Padahal ia sangat berharap. Ia di usir dari Sina ketika Nabi Musa berkata kepadanya:

“Pergilah kamu, maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan dunia ini (hanya dapat) mengatakan: Jangan menyentuhku: (ayat At –Toha: 97)

Kecintaan dan kebencian pada Mesir adalah dua pertentangan yang menyatu dalam hati orang terkutuk ini.

Ia telah berdusta kepada Allah. Allah Yang Maha Agung dan Maha Tinggi berlepas diri dari apa yang dinisbahkan kepadanya. Ia mengatakan dalam Taurat:

“Dan tahulan semua penduduk Mesir bahawa aku adalah tuhan bagi mereka, penolong negeri Israel.” (17. Taurat, fasap Hizqiyal, bab 29 nombor 6.)

“Aku jadikan tanah Mesir itu hancur dan gersang dari majdal hingga Aswan terus ke Tukham Kusy sehingga tidak dilalui kaki manusia dan tidak pula kaki binatang, dan tidak dihuni selama empat puluh tahun. Aku cerai-ceraikan orang-orang Mesir di antara umat-umat. Akan aku sebarkan mereka di tanah itu. Sebab, Tuhan berkata di akhir empat puluh tahun itu.

“Aku kumpulkan orang-orang Mesir dari bangsa-bangsa yang bercerai-berai. Aku bebaskan tawanan Mesir dan mengembalikan mereka ke tanah Fatrus, tanah kelahiran mereka. Di sana mereka membentuk kerajaan hina dan paling hina. Mereka tidak lagi diagungkan oleh bangsa-bangsa. Aku sedikitkan mereka agar tidak menguasai bangsa-bangsa.” (18. Taurat, fasal Hizqiyal bab 29 No. 10-16.)

Di atas segalanya, ia berharap kepada Mesir dan penduduknya. Ia terus berharap. “Aku lemparkan rasa takut pada tanah Mesir.” [Taurat fasal Hizqiyal bab 30 No. 13].

“Aku luapkan kemarahanku terhadap sin Benteng Mesir,…” [Taurat fasal Hizqiyal bab 30 No.15].

“Lenyapkan kebesaran dan keagungannya” [Taurat fasal Hizqiyal bab 30 No. 18].

“Wahai anak Adam, berteriaklah pada masyarakat Mesir. Turunkanlah ia dan anak-anak perempuan bangsa-bangsa besar ketanah terendah bersama orang-orang yang turun ke dalam telaga yang dalam.” [Taurat fasal Hizqiyal bab 32 No.180 – 22].

Sesungguhn ya Dajjal, yang dikutuk Allah, tidak menyukai orang Mesir dalam esensinya sebagai negeri Islam. Ia membenci Mesir dalam kaitannya sebagai pusat Al-Qur’an. Ia menyukai Mesir jika mengikuti pemikirannya dan pemikiran orang-orang dungu. Semua orang dungu bersuara keras. Tetaplah Mesir sebagai duri dalam kerongkong para penguasa. Dengannya zaman menghias para pemimpi dunia. Dengan (kekuasaan) Allah kita akan menakuti musuh-musuh Allah. Mesir adalah busur dan pedang yang tidak dapat bengkok. Dari Jazirah Arab menjadi mahkota, peperangan dan perdamaian.


Bersambong….


No comments:

Post a Comment